Arsip untuk Maret, 2008

1980 / II

Posted in Cyd@Art on Maret 26, 2008 by indracyd

             Teras utama, kalau ada jajanan “tukang bakso” langganan, “tukang mie tek-tek” duduk2x diteras ini enak…disiang hari kira2x pukul 12:00 – 14:00 bayangan2x dari pohon2x didepan halaman menjulang menutupi sinar matahari yang terik. Cerita soal tukang bakso, pasti teringat dengan “Anjing nyasar tak bertuan” warnanya cokelat, betina, ya ampun “jinak”, diberdayakan menjadi satpam :) dengan imbalannya “Tulang sapi” beli ditukang bakso ini…*tidak ada pemulung yang berani melenggok-lenggok ke kawasan rumah. Namanya “Bleki”

            Disalah satu pojok halaman utama dihiasi berbagai tanaman hias dibalut dekapan pot2x besar yang bernuansa 80 (Potnya ditempeli bermacam warna dari pecahan beling, ada juga ditempeli bebatuan kecil), ada cemara mini, Wijaya Kusuma – oleh2x dari Negeri Papua, Melati, dll.
Ada juga salah satu ujung dari lantai atas ini terdapat rongga2x dibagian antar keramiknya, karena sering terkena air hujan, sehingga terasa tekstur kasar dipermukaan keramiknya. rongga2x tersebut dimanfaatkan tempat celengan uang receh. Tahun 1980 uang receh 25,50 & 100 tebal2x. :) tidak kesampaian uang receh tersebut suatu kelak nanti dijaman yang serba canggih akan dikorek untuk dikeluarkan dari sang rongga keramik….

 Teras Halaman, tempat penuh nuansa kenangan, halamanya luas, didepan bagian depan pintu dapur lantai halaman ini agak berlumut – licin, karena jarang tersentuh telapak kaki, katanya dibagian lapisan lantai ini adalah “sepiteng” pembuangan t**j* jadi seIsi rumah tidak ada keberanian bermain-main dibagian ini. *kebenaranya sampai saat ini belum dibuktikan :)

               Dekat bagian pintu utama, ada tempat pembuangan air hujan, melalui pipa yang terpasang dari atap ke tempat pembuangan air hujan ini air hujan terus disalurkan tembus ke selokan tepat didepan rumah. Karena tempat pembuangan air ini lokasinya startegis, maka daripada itu seisi rumah memanfaatkan juga sebagai media pembuangan sampah :) kelamaan sudah berubah fungsi, dan yang lebih menyenangkan media pipa ternyata juga bisa dijadikan bahan eksperimen bocah2x, kertas2x dibuat bulat seperti bola & dimasukkan ke dalam ujung pipa lalu dibakar..aneh bin ajaib ada suaranya seperti kapal capung, diatas sana asap hitam membumbung keluar dari ujung pipa, biasanya bocah2x tertawa puas sambil bertepuk tangan tanda eksperimennya berhasil :)

Menjelang pagi hari, biasanya seisi rumah terheran-heran banyak mayat2x bergelimpangan diantara pembatas antara lantai atas dan lantai halaman. Mayat kodok bergelimpangan, awalnya penyebab kematian sang katak tak diketahui, selidik punya selidik ternyata “kucing kesayangan” doyan bercanda dengan sang kodok tiap malam, apalagi jika musim penghujan. Nama kucingpun berubah menjadi “Froggy” keturunannya pun menyandang nama tersebut, karena kebiasan itu tetap dilestarikan…. :)
Dibagian pembatas antara lantai atas dan lantai halaman juga terdapat besi2x yang dibuat & dipasang sedemikian rupa sehingga bisa dikaitkan oleh tambang, fungsinya jelas tidak tahu sampai sekarang apa manfaatnya, tapi itu menjadi otentik era rumah 1980-an.

              Sejajar dengan tanaman2x hias, ada tempat membasuh muka, kaki (kalau bulan Ramadhan diam2x merayap membuka kran air untuk berpura mencuci muka tapi menelan air krannya hahahaha…). Iyah kran air yang unik, pipa besi berdiri kokoh kira2x tingginya 40cm ujungnya putaran kran, airnya sejuk, disampingnya tanaman hias berkuncup merah bentuknya seperti tombak2x kecil, dan disamping tanaman hias tsb ada Pot lengkap dengan Bunga Sedap Malamnya…….

1980 / I

Posted in Cyd@Art on Maret 25, 2008 by indracyd

                Kalendar saat itu menampilkan ilustrasi sesosok wanita dengan gaya  & pakaian yang khas 80-an (atasan berwarna merah,roknya masih dibawah lutut, dengan giwang yang bulat besar, gincunya pun seMerah delima,dengan gelang2x yang menumpuk dan berwarna-warni), dipadu dengan pemandangan dengan ukuran yang besar, tertera dibawahnya deretan angka lengkap dengan hari dan tanggalan merah yang menunjukan hari Libur. Dipojokan kirinya dengan huruf cetakan tebal tahun tertera “1988″…..

Flashback..di 80-an

              Dimulai dengan Ruang….
Ruang kondisi rumah, lega – lebar, asri – sejuk. Halaman yang luas merupakan areal yang identik diera-80-an. Hampir separo dari luas rumah, halaman adalah ruang bebas terluas, *lumayan berOlahraga sambil sapu-sapu dipagi hari… :)
Dibagian wajah rumah, terdapat 2 pintu kayu dengan corak bergaris model minimalis*dulu belum dikenal konsep minimalis…
1. Pintu pertama sebagai pintu utama
2. Pintu kedua sebagai Pintu dapur *berguna juga jika sedang ada cekcok, dengan alasan menghindar lewat pintu dapur.

Tidak ada pintu darurat atau pintu belakang. Yang paling khas dimuka rumah ini adalah, dinding ornamen “Pak Tani” dindingnya berwarna kuning, kalau tidak salah menduga “materialnya terbuat dari batu kapur”, karena rumah ini sudah cukup tua, ornamen Pak Taninya sudah mengelupas dibagian kaki-kakinya…
             Yang kedua khasnya adalah jendela2x nan besar ukurannya dibalut “hordeng” berwarna merah ukurannya lebih besar dari jendelanya…*kalau menjelang larut malam seisi rumah saling risi siapa yang ikhlas mau merapatkan jendela2x. Persis disisi rumah terdapat “kolam” yang sudah tak dipergunakan lagi, sudah beralih fungsi menjadi tempat menyimpan “jemuran” yang terbuat dari besi – beratnya minta ampun…tapi lucu juga karena didampingi oleh “jemuran kecil” sebutan untuk jemuran yang berukuran mini warnanya sama putih..dan sampai 2008 ini masih ada masih digunakan!. Semasa kecil jemuran mini ini bisa multifungsi selain tempat menjemurkan pakaian, kalau pakaian diangkut dari jemuran kecil ini, dibuat mainan pun bisa dengan berkhayal, naik pesawat ataupun mobil, motor….

Jemuran besar @pagi dipindah kebagian yang terkena sinar matahari, kalau hujan dipindah ke kolam lagi…hujan besar air hujan kadang masuk kolam – ini yang bikin “hepi” byyyyuuurrrr..berenang-renang kecil….Kolam pun tidak melulu untuk menyimpan jemuran besar, menjelang Idul Fitri kolam tempat penyimpanan daun2x kelapa….u/ dibuat “Ketupat” biasanya digelar tikar, anggota keluarga bercengkrama sambil membuat ketupat dikolam ini…
 Seperti “rumah panggung”, bagian rumah lebih tinggi dari jalan, jadi no way air hujan masuk kedalam rumah.

 Teras halaman dibagi 2.
1. Teras utama ini yang lebih tinggi dari jalan
2. Teras Halaman sejajar dengan jalan jadi kalau hujan mau tidak mau bersapu-sapu membersihkan halaman yang cukup luas….

Antara Maret & April

Posted in Lovestory on Maret 14, 2008 by indracyd

Kisah seorang pemuda biasa yang mencoba “menyayangi” sesuatu yang dianggap oleh banyak orang sesuatu yang mustahil, anggapan itu memang bukan isapan jempol belaka. Tetapi pemuda ini bukan “mencicipi”, ada perasaan takut jika larut dalam tetesan cinta yang dimilikinya sendiri. Rasa takut itu karena sang gadis………

           Saat itu seorang pemuda memberanikan diri untuk “bersapa” dengan seorang gadis nan jelita. Tak sanggup si pemuda itu menatap wajah cantik menarik, kalimatnya tertahan ditenggorokan ”ingin batuk”. Tak terdengar percakapan antara pemuda dan si gadis, karena suara yang kecil menyayup diantara suara-suara kesibukan orang disekeliling. Secarik kertas entah apa yang tertulis, tetapi pemuda itu terlihat tersenyum namun kembali tak berani menatap si gadis. Sang gadis pun berlalu seperti tak merasakan detak jantung pemuda dihadapannya.

Berdering suara pesawat telp di meja pemuda itu, ada suaranya….ada sapaannya…dan suara yang dikenal….

Hallo…, gak kok saya gak main-main, saya bakal telpon kamu, saya gak mainin kamu…beneran…..”

Sedikit menegang tubuh pemuda itu, tetapi sesaat terlihat sunggingan senyum menyeruak diantara kekhawatirannya….

              Pemuda itu menghela nafas panjang, dalam perjalanannya seolah terkurat apa yang ada dalam benaknya, tak percaya apa yang telah diperbuat, terlalu beresiko…..seolah tak berefek samping, pemuda itu lebih percaya apa yang dirasakan dalam hatinya. Matanya hanya menatap wajah gadis pujaannya, mulutnya hanya mengumandangkan nama gadis itu sesekali tertawa sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal, pikirannya hanya tentang si gadis pujaan.

 Pemuda itu mengingat-ingat Antara Maret & April.