
(alm) Bapak & Umi
Untaian kalimat pun tidak bisa Cyd! uraikan….hanya Doa, Amal (shodaqoh, infaq, etc), Keridhoan sebagai pahala yang tak putus untuk almarhum Bapak.

(alm) Bapak & Umi
Untaian kalimat pun tidak bisa Cyd! uraikan….hanya Doa, Amal (shodaqoh, infaq, etc), Keridhoan sebagai pahala yang tak putus untuk almarhum Bapak.

One of beautifull atmosphere
Minggu, 04 Oktober 2009. Cijantung – Jakarta

Cermin
Kadang pemuda yang kini ada dihadapanku ini tak tahu diuntung, cucunguk. Kuberikan nasehat dan semangat untuk si pemuda. “jangan engkau berdayakan emosi dan egoismu, hanya karena ketidakpuasan bahkan ketidakmampuan engkau sendiri, hei engkau sungguh beruntung doamu terkabulkan, engkau diberikan pendamping seorang wanita cantik nan soleha, jangan engkau busungkan dadamu untuk kesombonganmu, kekuatanmu itu untuk melindungi dia, kalimatmu itu hanya untuk menyenangkan hati wanita pujaanmu!, jangan pernah engkau merasa tinggi, ingatlah betapa lembutnya wanita pujaanmu, betapa sejuknya kasih sayang yang diberikan wanita pujaanmu, sekarang baliklah bertanya, apakah engkau pria pujaannya?cepat-cepatlah bersujud syukur, bersujud berserah diri memanjatkan doa, betapa wanita pujaanmu setia selalu menunggu kehadiranmu, tak perduli wajah jelekmu, tak perduli kekuranganmu. Kupandangi pemuda dihadapanku melafalkan sesuatu persis seperti lafalanku“Maafkan aku…,aku akan lebih baik dan takkan kuulangi kesalahanku”.
spesial for “Beloku”
Kisah seorang pemuda biasa yang mencoba “menyayangi” sesuatu yang dianggap oleh banyak orang sesuatu yang mustahil, anggapan itu memang bukan isapan jempol belaka. Tetapi pemuda ini bukan “mencicipi”, ada perasaan takut jika larut dalam tetesan cinta yang dimilikinya sendiri. Rasa takut itu karena sang gadis………
Saat itu seorang pemuda memberanikan diri untuk “bersapa” dengan seorang gadis nan jelita. Tak sanggup si pemuda itu menatap wajah cantik menarik, kalimatnya tertahan ditenggorokan ”ingin batuk”. Tak terdengar percakapan antara pemuda dan si gadis, karena suara yang kecil menyayup diantara suara-suara kesibukan orang disekeliling. Secarik kertas entah apa yang tertulis, tetapi pemuda itu terlihat tersenyum namun kembali tak berani menatap si gadis. Sang gadis pun berlalu seperti tak merasakan detak jantung pemuda dihadapannya.
Berdering suara pesawat telp di meja pemuda itu, ada suaranya….ada sapaannya…dan suara yang dikenal….
“Hallo…, gak kok saya gak main-main, saya bakal telpon kamu, saya gak mainin kamu…beneran…..”
Sedikit menegang tubuh pemuda itu, tetapi sesaat terlihat sunggingan senyum menyeruak diantara kekhawatirannya….
Pemuda itu menghela nafas panjang, dalam perjalanannya seolah terkurat apa yang ada dalam benaknya, tak percaya apa yang telah diperbuat, terlalu beresiko…..seolah tak berefek samping, pemuda itu lebih percaya apa yang dirasakan dalam hatinya. Matanya hanya menatap wajah gadis pujaannya, mulutnya hanya mengumandangkan nama gadis itu sesekali tertawa sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal, pikirannya hanya tentang si gadis pujaan.
Pemuda itu mengingat-ingat Antara Maret & April.